Home » Budaya » Tarian Tradisional Suku Bugis

Tarian Tradisional Suku Bugis

Tarian Tradisional Suku Bugis

Tarian Tradisional Suku Bugis – Suku Bugis atau to Ugi’ adalah salah satu suku di antara sekian banyak suku di Indonesia. Mereka bermukim di Pulau Sulawesi bagian selatan. Namun, dalam perkembangannya, saat ini komunitas Bugis telah menyebar luas ke seluruh Nusantara. Suku Bugis dikenal sebagai suku yang sangat mempertahankan harga diri akan kebudayaannya. Terbukti sekecil apapun masalahnya dan siapapun pelakunya maka akan ditindak tegas. Meskipun pelakunya adalah keluarga atau kerabat sendiri.

Suku Bugis memiliki kebudayaan yang unik yang tetap eksis di masa kini. Pasalnya, suku yang satu ini memiliki keragaman budaya yang tidak kalah menarik dengan suku lainnya di Rintisbisnis.

Meskipun jaman semakin modern, kebudayaan Suku ini tetap menjadi sorotan yang menarik untuk ditelisik lebih jauh keunikan-keunikannya.

Tarian Tradisional Suku Bugis:

Suku Bugis memiliki kesenian yang menarik berupa tari-tarian. Tarian yang dibawakan suku ini sangatlah indah dan mempesona serta memiliki beberapa nama. Nama tarian dari suku bugis diantaranya:

Tari Paduppa Bosara
Tarian ini bermakna penyambutan tamu yang datang berkunjung. Hal ini sebagai bentuk penghargaan dan rasa terima kasih kepada para tamu atas kedatangannya.

Tari Pakarena
Pakarena dalam bahasa setempat diartikan sebagai main. Awalnya hanya digunakan untuk pertunjukan Slot Online di istana kerajaan. Dalam perkembangannya tarian ini semakin dikenal. Tarian ini mencerminkan sifat lemah lembut dan sopan santun seorang wanita.

Tari Ma’badong
Oleh masyarakat Suku Bugis digunakan pada saat upacara kematian. Para penari memakai pakaian serba hitam atau terkadang bebas. Para penari saling mengaitkan jari kelingking dengan membentuk lingkaran. Tarian ma’badong dilakukan dengan gerakan langkah silih berganti yang diiringi lagu yang menggambarkan kehidupan manusia dari lahir hingga mati.

Tarian Pa’gellu
Tarian ini digunakan untuk menyambut seseorang yang pulang dari berperang. Dibalik tarian heroik yang satu ini, tersimpan peribahasa “jangan sampai kacang lupa kulitnya”. Intinya, sudah seharusnya selalu mengingat jasa-jasa pahlawan kita.

Tarian Mabissu
Tarian ini mempertontonkan kesaktian para bissu di Sigeri Sulawesi Selatan. Jenis tarian ini menunjukkan bagaimana kebalnya mereka terhadap senjata debusnya. Sehingga tarian ini terkesan mistis namun estetis.

Tari Kipas
Sesuai namanya, para penari menari dengan menggunakan kipas dan diiringi lagu. Keunikannya, meskipun gerakannya lemah lembut tapi dibalik itu irama yang dimainkan bertempo cepat. sehingga para penari dibalik itu dengan iramanya yang cepat harus tetap mempertahankan gerakannya lemah lembut.


Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.